Rabu, 18 Juni 2014

Cara Mengganti Per Utama Pada Jam Mekanik

loading...
Perhatian jika anda bekerja dengan mainspring jam gunakan selalu kaca mata perlindung (goggles) bukan kaca mata biasa dan gunakan sarung tangan perlindung yang agak tebal. Keamanan kerja lebih diutamakan.





Kadang-kadang walaupun per jam masih utuh perlu diganti jika kondisi elastisitasnya sudah lemah, hal perlu dilakukan agar jam dapat beroperasi sesuai dengan disain waktu pembuatan. Ada beberapa cara untuk mengganti per tersebut anatar lain mengunakan tangan atau menggunkan alat bantu.

Menggunakan tangan

Cara ini sangat berbahaya perlu latihan khusus dan tenaga yang cukup untuk menahan per tersebut. Cara ini banyak dijumpakan pada tukang jam di Indonesia. Kemungkinan terjadi cidera sangat besar umumnya per menghantam tangan. Pada video ini Dayma1 mengaku sudah melakukan selama 40 tahun. Video dapat dilihat pada link sebagai berikut : http://www.youtube.com/watch?v=UQcy8PP8SIs atau pada video yang sudah didownload.







Mengganti per yang tidak menggunakan barel

Mengganti per menggunakan alat bantu relative tidak terlalu berbahaya, masalahnya alat bantu tersebut sangat mahal diatas Rp 3 juta. Video mengganti per yang tidak menggunakan barrel dapat dilihat pada  link berikut : http://www.youtube.com/watch?v=4DynGappomM atau pada video yang sudah didownload.




Mengganti per yang menggunakan barel

Video mengganti per yang tidak menggunakan barrel dapat dilihat pada  link berikut  http://www.youtube.com/watch?v=qz3YHjXJM0I  atau pada video yang sudah didownload.









Rabu, 05 Maret 2014

Bali Topless

loading...


Wanita Bali pada jaman dulu tidak menutup bagian atas tubuhnya, catatan tentang wanita Bali yang tidak menutup bagaian atasnya dapat ditemukan dalam tulisan Margaret Wiener tentang Breast,(un)dress, and Modernist desires in Balinese- Tourist encounter. Wiener menuliskan berdasarkan pengalam dokter jerman. 


Gambar klasik tentang Bali Wanita dengan dada terbuka dan membawa beban diatas kepalanya 

Pada tahun 1920 seorang dokter Jerman bernama Greoger Krause menuliskan pengalamannya di Bali selama 18 bulan, dituliskan dalam buku yang diterbitkan di Jerman pada tahun 1920. Dituliskan oleh Kruger bahwa wanita Bali umumnya cantik, bahu yang lebar bergaya ketimuran dan membawa beban diatas kepalanya. otot-otot dadanya yang kuat sehingga membentuk buah dada yang indah. Pakaian yang digunakan sebuah sarung segiempat kamben/wastra yang membungkus dari pusar ke kaki.Ada rangkaian bunga yang digunakan untuk perlengkapan pakain dan ikatan kain melilit ditubuhnya seperti ikat pinggang berwarna seperti kuning merah atau hijau. Bagian atas tubuhnya dibiarkan telanjang, ada anggapan mengenakan jaket dapat dianggap sebagai wanita murahan. Laki laki Bali juga menggunakan kamben dan seperti wanita juga membiarkan dadanya terbuka. Hal ini dilakukan hanya untuk kegiatan rutin sehari-hari. 

Berpakaian tradisional lengkap dengan dada terbuka

 Krause menuliskan juga bahwa wanita bali menutupkan dada mereka dengan kain tenun ketika memasuki pura, puri  atau rumah-rumah orang Eropa. Jadi ada dua cara berpakaian wanita atau pria bali ketika untuk kegiatan rutin atau untuk ke pura/puri. Kebiasaan wanita Bali yang tidak menutup bagian dadanya merupakan hal yang menarik dalam brosur pariwisata (sejak dulu Bali memang tujuan wisata) selalu menampilkan gambar atau tulisan tentang hal tersebut. 
 Perkembangan jaman secara pelahan-lahan wanita Bali mulai menutup bagian dada. Wanita Bali mulai menutup dada perubahan sosial terjadi dengan membiarkan dada terbuka sama saja seperti menanggalkan pakaian.  Berdasarkan catatan tertulis pada tahun 1955 pertanyaan orang di luar Bali, ketika membicarakan pulau Bali adalah apakah betul wanita-wanita Bali telah menutup dadanya? 


Iklan BH bermerek Bali

Kondisi wanita Bali yang tidak menutup dadanya ternyata memberikan ide bagi sebuah perusahaan di Amerika untuk memberikan nama Bali pada BH yang dibuatnya. Dengan menggunakan slogan Keindahan buah dada wanita Bali yang terbentuk karena kebiasaan mengangkat beban di atas kepala, dapat diperoleh wanita lain secara mudah  dengan menggunakan BH merek Bali. 
Tapi sekarang berbeda jika dulu wanita Bali membiarkan dadanya terbuka, maka sekarnag turis-turis wanit di Bali membiarkan dadanya terbuka.


Mengapa harus memakai BH merek Bali

Kamis, 23 Januari 2014

Menelusuri Nordwijk

loading...






Hotel Des Galeries masih polos tanpa menara-menara
di atas hotel.


 Hotel Des Galeries

Hotel Des Galeries yang sampai sekarang masih ada dengan nama Hotel Melati. dibangun tahun  1930 hasil kerjasama antara Cuypers dan A.F. Dijkstaal. Hotel tersebut dirancang oleh EGH Cuypers, arsitek terkemuka di Hindia Belanda. Posisi bangunan berada di sudut pertemuan Molenvielt dan  Noordwijk


Simpang Harmonie masih berdiri hotel Wisse
gambar menghadap  ke barat


Gambar diatas pemandangan sekitar Harmoni tahun 1890   bangunan diujung adalah Eigen Hulp Toserba pertama di Batavia. disebelah kanan  pertemuan  Molenvielt (Hayam Wuruk) dan Nordwijk (Juanda) ada banguan Hotel Wisse. Pinggiran kanal ciliwung masih ada jalur hijau juga ada tempat berupa anak tangga yang menuju sungai untuk penduduk melakukan kegiatan mencuci dan mandi.

 
 Perkembangan simpang Harmonie
bandingkan dengan gambar diatas

Di sekitar Harmoni sudah berdiri Bank Tabungan
atau Postspaarbank



ENLVM

Pemandangan sekitar harmoni yang terus berkembang, Eigen Hulp masih berupa gedung satu lantai tapi di Noordwijk sudah ada tambahan gedung baru  digunakan sebagai ENLVM (Eerste Nederlandse Levensverzekering Maatschappij) dan jalan pinggiran kanal Ciliwung  sudah mempunyai talud.

Urutan bangunan mulai dari ujung barat Noordwijk adalah Toko Bonefaas yang ada disamping Hotel Des Galeries yang merupakan toko yang menjual pakian anak-anak dan bayi, tidak nampak dalam gambar-gambar di atas, kemudian De Tabaksplant Tobacco Toko yang menjual tembakau dan perlengkapannya pada gambar ada  bangunan  dengan bagian muka atas  berberntuk segi tiga selanjutnya Toko es krim Maison Coesel Terhalang gedung ENLVM (Eerste Nederlandse Levensverzekering Maatschappij) sebuah perusahaan asuransi jiwa yang bagian atas mempunyai kubah kemudian Toko tembakau dan rokok Anton Jusman dan kantor perwakilan Kodak.


 Perkembangan simpang harmonie  terdapat gedung 
baru yang di tempatkan Perusahaan Asuransi 
Dordrecht gambar menghadap ke timur 




 FB Smits Encadrementen merupakab toko penjilidan 
buku dan pembuatan bingkai


NILLMIJ

Levensverzekering  Maatschappij "Dordrecht" sebuah perusahaan asuransi jiwa yang berpusat di Belanda. kemudian perusahaan asuransi ini diambil alih pada tahun 1919 oleh NILLMIJ (kemudian Ennia dan AEGON). The NILLMIJ ("Nederlandsch-Indische Levensverzekering- en Lijfrente-Maatschappij") adalah sebuah perusahaan asuransi di Hindia Belanda dan memiliki cabang di Belanda. Setelah nasionalisasi  hanya aktif di Belanda. Operasi di Indonesia diganti dengan nama "PT Asuransi Jiwasraya". (Sumber Wikipedia)
Perusahaan NILLMIJ didirikan pada tahun 1859 oleh C.F.W. Wiggers dari Kerchem, bekerja sama dengan Bank Java. Kesuksesannya di Hindia Belanda karena keterkaitan dengan pemerintah. Monopoli ini berakhir pada tahun 1883, ketika perusahaan asuransi lain diizinkan di koloni.
NILLMIJ berada pada bangun gedung perkantoran arsitektural di Hindia Belanda.




Gedung NILLMIJ dengan keindahan arsitekturnya
berada pada simpang gang Thibault





 Biara Santa Maria terletak pada sebelah kanan,
gambar diatas mengarah ke Harmoni

Gedung Santa Maria

Pada tahun 1853 Mgr. Petrus Maria Vrancken berhasil membeli sebuah rumah gedung besar berlantai 2 dan berhalaman luas di Noordwijk no. 29  seharga 30.000 gulden.  Tempat ini sangat strategis karena letaknya berseberangan dengan Istana Gubernur Jendral yang merupakan pusat pemerintahan. Pada tahun 1854  Mgr. Petrus Maria Vrancken  kembali ke Eropah. Di sana beliau mencari dukungan kepada Mgr. Peredis, Uskup Roermond dan menyempatkan mengunjungi Biara Ursulin di Sittard, Belanda. Kepada pimpinan Biara Ursulin di Sittard itu, beliau menyampaikan obsesinya dan meminta tenaga sukarelawati dari Suster Ursulin untuk misinya, yaitu mendirikan pusat pendidikan di tanah Jawa. Ternyata permintaan Monseignur itu disambut dengan sangat antusias oleh para suster Ursulin Komunitas Sittard.  Pada tanggal 7 Februari 1856  para missionaris ini mendarat di pelabuhan Sunda Kelapa, Batavia, langsung diajak menuju Gedung besar berlantai 2 dan berhalaman luas yang terletak di Noordwijk 29 yang memang telah dipersiapkan oleh Mgr. Vrancken sejak tahun 1853 untuk dijadikan Biara dan pusat pendidikan.   Maka sejak Tanggal 7 Februari 1856, di Noordwijk 29 atau sekarang Jl.Ir.H.Juanda 29 menjadi awal berkaryanya Suster Ursulin di Indonesia.



Biara (groote klooster) Santa Maria  terletak pada
sebelah kanan gambar  mengarah ke Harmoni


Gedung Santa Maria (groote klooster)


Toko buku G Kolff &co merupakan toko buku terbesar
berada di daerah Noordwijk deretan dengan Biara Santa Maria
Gambar ini menghadap ke barat dari Harmoni


Kolff & Co

Perusahaan penerbitan dan Toko buku Kolff & Co dimiliki oleh Gualtherus Johannes Cornelis Kolff merupakan perusahaan penerbit dan toko buku terbesar di Hindia Belanda, Sebetulnya, Kolff datang belakangan karena pemilik perusahaan ini semula bernama Willem van Haren Noman. Tahun 1850,  Kolff tiba dari Holland dan bergabung dengan Noman. Tahun 1858, Noman kembali ke Belanda, maka selanjutnya Kolff sendirilah yang menjadi pemegang perusahaan. Toko bukunya bermula dari sebuah ruangan sewaan kecil di Jl. Pintu Besar Selatan, Selain itu mereka juga mempunyai toko buku di Noordwijk (Jl. Juanda) yang dekat dengan pusat pemukiman di selatan, juga beberapa cabang di seluruh Jawa.
G. Kolff & Co merupakan penerbitan yang aktif, menjadi promotor penerbitan surat kabar perintis Java Bode (1850) dengan cabang di Semarang (de LocomotiefJ dan Surabaya (Het Soerabaiasch Handelsblad), meluncurkan Bataviaasch Nieuwsblad (1885). Pemerintah juga memberikan kontrak untuk mencetak bandrol (surat jaminan) bagi pemungutan cukai tembakau (1932). Selain itu juga pemasok utama buku pendidikan di Hindia Belanda dan produsen kartu pos bergambar terbesar di Batavia. Kartu pos ini memberikan gambaran penting tentang topografi Batavia pada dua dekade pertama abad XX. Perusahaan ini bertahan hingga lebih dari satu abad, kini sudah tak ada lagi.




Toko buku Kolff dilihat dari arah barat






Bangunan disebelah kanan dari gambar adalah penjahit pakaian pria M de Koning tahun 1902, kemudian NHM Nederlandsche Handel-Maatschappij perusahan dagang Belanda merupakan kantor cabang. Kantor pusat NHM ada didepan stasiun kota,  disebelah kirinya adalah onderling Hulp departemen store tahun 1885





kantor KPM yang berada di Noordwijk
dilihat dari arah timur


Koninklijke Paketvaar Maatschappij

KPM atau Koninklijke Paketvaar Maatschappij,  perusahaan pelayaran yang mempunyai kedudukan di  Amsterdam, perusahaan perkapalan utama di Hindia dari tahun 1891 sampai akhir masa kolonial. Didirikan pada tanggal 12 Agustus 1888.  Pada bulan Juli 1890 juga membuka kantor di daerah Kali Besar Batavia. Kemudian KPM mendirikan kantor pusatnya di Noordwijk.



Pasar Baroe

Pasar yang berdiri pada masa kolonial ada tiga yaitu pasar Glodok, pasar Tanah Abang dan pasar Senen. Pada pengembangan kota Batavia dibuat kota baru diselatan yang disebut Weltevreden disinilah dibuat pasar untuk memenuhi warga Weltevreden yaitu pasar Baroe. pasar ini memang pasar khusus untuk melayani warga kelas atas yang tinggal di Weltevreden. Letak pasar Baroe di ujung jalan Noodwijk.



Pasar Baroe sekitar tahun 1940 

Jumat, 04 Oktober 2013

Labbaika Alloohumma Labbaika, berangkat ke Tanah Suci tgl 7 Oktober

loading...

Labbaikallahumma Labbaik
Labbaika Laa Syarikalaka Labbaik
Innalhamda Wan Ni’mata
Laka Wal Mulk
Laa Syarikalak





Masjidil Haram  Mekah gambar diambil dari
majalah "L'ILLUSTRATION" tahun  1894.

Rabu, 11 September 2013

Kisah Enamel Cap Kerbau

loading...
Beberapa minggu yang lalu, saya melihat-lihat situs jual beli ebay, tak sengaja saya menemukan enamel iklan jaman Ned Indie, tertulis  Tjap Karbau mohon dicatat bukan kerbaoe karena ejaan Van Ophuijsen bunyi diftong au tetap ditulis au bukan aoe. Semula saya menduga seller atau yang jual pasti dari Indonesia, ternyata dugaan saya salah, barang tersebut dijual dari Amerika.

Kemudian saya mengontak seller untuk melakukan nego, ternyata si penjual penah tinggal di Indonesia selama 10 tahun, namanya kita sebut saja pak Bob, waktu di Indonesia dia tinggal disekitar Ragunan Jakarta.Tawar menawar akhir sepakat harga US$ 450 ong kir dan asuransi ditanggung oleh pak  Bob, saya pikir harga  yang wajar untuk sebuah iklan enamel  yang masih mulus. Selama kontak-kontak dengan pak Bob ternyata dia memang menyenangi barang lama, seperti enamel ini diperoleh waktu dia ada di Malang dari penjualn bernama pak Hendra. Selain itu di juga suka ke Ciputat dan  kenal baik dengan pak Buyung, hallo pak Buyung! masih ingat dengan Bob?  dan jual penjual barang antik lainnya Ko Ayun yang berasal dari Lampung, hallo Ko Ayun!. Selain itu makanan Indonesia yang disukai adalah rendang, tak heran CNN GO menobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Selanjutnya tinggal menunggu barang datang, karena menggunakan EMS pengirimana dapat dilacak baik lewat  web USPS maupun wen Pos Indonesia. 10 hari kemudian datang panggilan dari kantor pos Fatmawati, sekaligus pembertahuan bahwa saya harus bayar bea masuk yang kalau saya konversikan ke Dolar Amerika sekitar US$ 120, woow jumlah yang sangat tinggi, juga yang tertinggi selama saya belanja lewat transaksi online. Dengan hati berat terpaksa saya bayar, terus terang masih gak ikhlas untuk bayar pajak.

Perjalanan enamel ini ternyata  jauh juga mulai dibuat di Amsterdam Belanda ke Batavia Ned Indie lalu ke Malang kemudian kembali ke Jakarta, terbang ke Panama City Amerika dan kembali lagi ke jakarta. Mungkin dapat dinobatkan sebagai iklan enamel   perjalanan terjauh   yang melalui 3 benua dan tiga negara.





Paket telah sampai





Cap Kerbau telah kembali ke Indonesia.








Senin, 02 September 2013

Moto Jual Beli barang

loading...






Moto Blog jual beli de djadoel

Rabu, 31 Juli 2013

Gambar Foto 3 Dimensi Indonesia Jaman Dulu

loading...
Perkembangan teknologi  3 Dimensi sudah demikian maju bukan hanya gambar saja tapi sudah merambah ke  film dan televisi. Sebetulnya teknologi 3 D sudah dirintis lebih dari 150 tahun yang lalu. Kalau gambar hasil jeptretan kamera diciptakan pada tahun 1824, maka konsep 3D sudah mulai dikembangkan  pada tahun 1838. Berawal dari penelitian Profesor Charles Wheatstone bahwa manusia dapat membedakan jarak ruang ketika otak mengkombinasikan dua gambar yang berbeda tipis. Kedua mata kita berjarak kurang lebih 6 cm masing-masing menangkap gambar yang hampir sama, akibat perbedaan tangkapan gambar tersebut, Porfesor Wheatstone percaya bahwa kita akan melihat dunia  dalam tiga dimensi. untuk membuktikan teorinya. Wheatstone menciptakan alat yang disebut sterescope untuk melihat dua gambar yang hampir sama yang selanjutnya gambar tersebut disebut gambar stereo (stereography). Dalam kurun hampir 50 tahun kemudian berkembanglah foto stereo yang selanjutanya mulai populer didunia hiburan.
Gambar-gambar foto stereo bukan hanya dibuat  di Amerika tapi juga diseluruh dunia. Perusahaan Keystone View membuat foto 3 D diseluruh dunia termasuk di Indonesia waktu itu masih bernama Hindia Belanda. Gambar-gambar dibawah ini adalah hasil karya Keystone View di Indonesia tempo dulu.


Sekilas tentang Keystone view company

Keystone View Company  adalah perusahaan yang mendistribusikan gambar-gambar 3 dimensi (gambar stereo)  berlokasi di Meadville Pennsylvania Amerika serikat. Dari tahun 1892 sampai dengan tahun 1963 Keystones memproduksi dan mendistribusikan alat pendidikan dan gambar-gambar 3 dimensi.
Tahun 1905 Keystone merintis Departemen Pendidik yang menjual slide atau foto-foto transparan untuk ditampilkan di proyektor untuk keperluan sekolah mereka juga memproduksi peralatan lantera proyektor (istilah pada masa itu.)


Gambar pemandangan pasar tradisional di Weltevreden tidak 
disebut lokasi tepatnyaFoto 3 D ini diproduksi oleh  Keystone 
View Companya digunakan oleh Reymond Whitcomb Cruise sebagai
suvenir dalam  perlayaran tour keliling dunia.


Sebetulnya penjualan  lantera proyektor dan gambar-gambar stereo dirintis oleh Underwood &Underwood, jadi Underwood&Underwood dan Keystone saling bersaing dalam hal penjualan peralatan tersebut. Tapi keystone secara agresiv dapat merebut pangsa pasar terbesar. Akhirnya tahun 1963 Keystone menutup Departemen yang memproduksi gambar 3D dan Departemen yang memproduksi alat-alat pendidikan. Diperkirakan Keystone telah menghasilkan dua juta foto 3D.






Gambar penari tradisional jawa dibuat dalam warna


Gambar penari tradisional jawa dibuat dalam hitam putih


Gambar letusan gunung Merapi di Jawa


Keindahan   pegunungan tropis disuatu daerah 
di  Jawa yang diceritakan seperti di surga


Pasar di suatu deas di Jawa



Bunga teratai yang ada di Kebon raya Bogor



Durian merupakan  buah yang terbaik di Hindia Belanda



Buah nangka yang dijadikan obyek foto



Foto orang utan



disebuah jalan di kota Bogor



Candi Borobudur tetap menjadi obyek yang menarik
untuk di foto



Pemandanag matahari terbit di suatu tempat 
di pinggir pantai


Upacara adat di Jogjakarta



Untuk melihat gambar-gambar di atas dalam bentuk
tiga dimensi diperlukan kaca mata yang biasa disebut
stereo scope





Untuk membuat foto stereo diperlukan kamera
khusus dengan dua lensa disebut juga
kamaear stereo